1. PENGENALAN PROGRAM ARCVIEWGIS 3.3
a. Instalasi Program ArcviewGIS 3.3
ArcviewGIS 3.3 adalah salah satu program GIS (Geografis Information System) yang dibuat oleh ESRI University. Versi terakhir yang ada saat ini adalah
Arcview GIS 9.x. Namun penulis ingin mencoba sharing mengenai penggunaan program Esri Arcview GIS versi 3.3. Dimana versi ini sudah sangat terkenal di bidang pemetaan dibandingkan dengan versi teranyarnya yang harganya cukup menguras kantong.
Program ini dapat dibeli dari ESRI, namun demikian untuk pelajar dapat pula mendapatkan copy program ini secara gratis dengan melengkapi persyaratan yang ada di ESRI
Community Atlas Project (http://www.esri.com/communityatlas)
Walaupun saat ini sudah sangat banyak program GIS yang berada dibawah payung Free Software, namun penulis terlanjur terbiasa dan merasakan kemudahan program Arcview GIS 3.3 ini.
Program Arcview dapat dijalankan pada perangkat komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 9x, Windows XP ataupun Windows Vista. Namun demikian, penulispun pernah mencoba Arcview GIS ini berjalan lancar pada komputer dengan sistem operasi GNU/
Linux, tentunya dengan bantuan program emulator (WINE). Caranya yaitu meng-copy/paste – kan folder ESRI yang telah terinstall pada root drive C komputer dengan sistem operasi Windows, serta meng- Copy/Paste –kan folder ESRI pada c:\program files\common files\ . Demikian pula untuk komputer dengan sistem operasi Windows Vista, program ini harus di copy dari komputer yang telah diinstall program Arcview. Hal ini dikarenakan Installer ArcviewGIS 3.3 tidak bisa dijalankan dibawah Windows Vista, ataupun program emulator windows di GNU/Linux.
Spesifikasi minimun komputer untuk menjalankan program Arcview GIS 3.3 ini adalah komputer dengan prosesor x86 setara Pentium III dengan RAM minimal 256 MB.
Instalasi dapat dilakukan dengan menjalankan program setup.exe pada folder Arcview. Ikuti semua proses yang telah diseting pada program ini. Setelah selesai proses instalasi ini, kita masih harus menginstall pula program-program ini : Arcview Network Analyst, Arcview 3D Analyst, AV Image Analyst serta dengan meng copy kan beberapa extensi tambahan seperti avtools.avx, xtools.avx, snaptools.avx dll.
b. Tampilan Program ArcviewGIS 3.3
Keterangan :
- Menu bar : Baris yang berisi teks-teks menu, yaitu deretan menu-menu yang dapat diakses dan terdiri dari File, Edit, View, Theme dan seterusnya.
- Toolbar : Adalah gambar/simbol yang merupakan tool/alat untuk menjalankan fungsi tertentu.
- Scale Box : Yaitu kotak yang menampilkan skala pada jendela View. Apabila satuan pada view kita buat meter, maka skala disini menunjukan angka 1:skala. Artinya jika teks skala tadi kita set menjadi 400, ini berarti 1 meter pada tampilan view berbanding atau sama dengan 400 meter pada kondisi sebenarnya.
- Cursor Positioning : Yaitu menunjukan koordinat posisi kursor mouse yang ada pada View.
- Theme : Yaitu area untuk file-file (theme) yang ditampilkan/di-load di View
- View Area : Area tempat menampilkan/mengedit peta.
c. Mengaktifkan Extention Pada ArcviewGIS 3.3
Setelah semua program selesai diinstalkan, saya sarankan untuk mengaktifkan semua extention yang telah terinstal dengan cara membuka/menjalankan program Arcview. Pada saat pertama kali dijalankan maka program ini akan membuka jendela Welcome to ArcviewGIS seperti dibawah ini :

Welcome screen
Pada gambar 1 diatas terlihat ada 3 pilihan pada jendela Welcome to ArcviewGIS, yaitu :
- with a new View Pilihan ini digunakan apabila kita ingin membuka acrview dengan project baru dan otomatis dengan View baru pula
dan secara otomatis juga dapat memanggil/menambahkan Theme yang telah ada.
- as a blank project Pilihan ini digunakan apabila kita ingin membuka arcview dengan project baru namun tidak ingin membuat View secara otomatis.
- Open an exiting project Pilihan ini digunakan apabila kita ingin membuka project yang telah kita buat sebelumnya.
Untuk sementara, kita pilih pada pilihan with a new view. Kemudian akan muncul jendela Add data. Kita klik saja tombol NO karena kita hanya ingin mengaktifkan semua extention pada Arcview GIS.
Kemudian klik menu File – Extensions.. dan akan muncul jendela Extensions seperti Gambar 3 dibawah ini :
Berikan tanda ceklist ( √ ) pada kotak cekbox yang ada pada kotak Available Extensions. Lalu klik cekbox pada pilihan Make Default. Setelah itu klik OK. Lalu akan muncul kotak dialog Xtools Defaults seperti gambar 5 dibawah, jendela ini untuk mengatur satuan Unit dari peta yang akan kita buat. Anda dapat menyeting satuan pada meter seperti pada gambar 5. Setelah selesai klik Close untuk menutup jendela Xtools Defaults.

Bersambung
VN:F [1.9.17_1161]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.17_1161]
Bukan seorang blogger sejati. Hanya ingin menulis semua apa yang sedang dipikirkan, dan memikirkan apa yang sedang saya tulis sehingga bisa dibaca dan bermanfaat bagi sobat semua.
Selalu terhubung dengan saya di : Google+ Support kontes seo terbaru 2012 : keretaminiku.com produsen kereta mini mainan indonesia
Pingback: PANDUAN PEMBUATAN PETA DENGAN ARCVIEW 3.3 (bag 3) | Kang Dede