Tak disangka hari ini sudah 10 orang yang telpon. Dan yang ditanyakan semua sama.., bagaimana cara mendapatkan areal GIS (maksudnya luas areal dari peta GIS yang dibuat dengan program Arcview). Usut punya usut, ternyata memang di kantor akan dilakukan rekonsiliasi areal konsesi tanaman untuk semua Kebun di PTPN VIII (Persero). Memang wajar teman-teman menanyakan, karena jika dilihat satu-persatu dipeta membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Dan saya paham betul kalo teman-teman maunya serba cepat…
Diantara yang menanyakan, saya coba jelaskan dengan keterbatasan kalimat yang susah menyusunya. Mungkin ada yang ngerti atau malah nambah bingung…
makanya saya coba jelaskan disini biar rada jelas lagi. Kebetulan saya juga lagi mempersiapkan data areal.. jadi agak nyambung. Sambil nyiapin data, sambil nulis catatan ini buat membantu rekan-rekan saya yang membutuhkan.
Untuk mendapatkan data luas areal di peta arcview kita bisa membuka data base dari peta kebun yang sudah dibuat di arcview. Kalo tidak salah semua kebun sudah mendapatkan file peta masing-masing yang terdiri dari 2 theme arcview, yaitu theme Afdeling (Menampilkan peta per Afdeling) dan theme blok (menampilkan peta per blok kebun untuk semua afdeling).
Untuk mendapatkan luar areal per blok, tentu yang kita buka adalah theme blok. Namun untuk membukanya di program Microsoft Excel, kita akan mendapati 3 file. Yaitu file blok.shp, blok.shx dan blok.dbf. Yang mana yang harus dibuka? Tentu saja yang harus dibuka adalah file data base bloknya, yaitu file dengan extensi DBF (blok.dbf).
Membuka file peta di excel
Nah.. kalo sudah dibuka, lalu apa yang sobat inginkan? Mau tau jumlah areal tm di 1 Afdeling? mau tahu jumlah areal jalan? mau tau areal lain-lain?
kayaknya buat yang ini saya tidak mau jelaskan lagi, karena teman-teman saya sudah jago buat urusan sorting data di excel.. Yang pasti di tabel excel terebut akan ditemui field ID_BLOK yang berisi 8 digit, 2 digit paling depan (kiri) adalah kode kebun, 2 digit selanjutnya (arah kanan) kode Afdeling, dan 2 digit selanjutnya adalah kode blok. Semoga membantu…. ![]()
Data areal
Eits! hampir lupa. Buat mengamankan file aslinya sebaiknya teman-teman segera menyimpan file DBF tadi dalam format excel aja, bisa-bisa nanti petanya ga bisa dibuka lagi di Arcview.
Selamat bekerja lagi..
About Dede Mahmud
Bukan seorang blogger sejati. Hanya ingin menulis semua apa yang sedang dipikirkan, dan memikirkan apa yang sedang saya tulis sehingga bisa dibaca dan bermanfaat bagi sobat semua. Selalu terhubung dengan saya di : Google+ Support kontes seo terbaru 2012 : keretaminiku.com produsen kereta mini mainan indonesia




Komentar Sobat