Dari judul posting diatas mungkin rekan-rekan menyangka saya akan menuliskan artikel yang bertemakan kota Bandung. Memang tidak salah dan memang artikel ini ada hubungannya dengan Bandung sebagai tempat tinggal saya, tapi artikel saya kali ini terinspirasi dengan sepak terjang “wanita” di Bandung… ![]()
Setiap hari, saat pulang kerja atau ketika mengantarkan istri tercinta belanja ke Pasar Baru untuk membeli kebutuhan aksesoris dan bahan2 untuk membuat baju-baju muslim pesanan langganan kami, saya ‘tidak pernah tidak’ melihat gadis-gadis remaja, ABG terutama kaum hawa yang mengenakan pakaian yang serba mini. Baju ketat atau memakai celana pendek sehingga paha-paha mulus menjadi ‘mubajir’ kalo tidak dipandang… (Astagfirullah..)
Namun apa daya memang setiap hari begitu.., baik di jalan maupun sesampainya di tempat tujuan. Bahkan menjadi pemandangan yang biasa dan lumrah jika kita melongok ke mall atau tempat-tempat belanja di Bandung. Yah… Bandung memang kota mode, surganya belanja…
Dan mungkin karena julukannya “Paris van Java” sehingga Bandung menjadi kota Parisnya Jawa… Jadi, penduduknyapun ikut-ikutan seperti orang paris. Syukur-syukur jika sifat yang baiknya yang ditiru, misalnya disiplinya atau kebersihanya…
Kenapa enggak dibalik saja ya, menjadi Java van Paris, biar orang Paris yang mengikuti budaya kita, budaya timur yang mengutamakan sopan santun, tata krama, keramahan de el el… (konon kabarnya)
Nah, berkaitan dengan model baju tersebut, rasanya ada sebuah hadis yang harus kita renungkan. Sebagai generasi muda penerus Bangsa, sebagai orang tua yang memiliki anak-anak gadis, sebagai pribadi muslim yang peduli akan agamanya… :
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Para wanita yang berpakaian, tapi telanjang! Ya, itu dia… dan mudah-mudahan keluarga kita tidak termasuk pada golongan ini. Boro-boro masuk surga, bau nyapun kita tidak akan dikasih… Kesiaaaaaan (Mail mode On)
Btw kenapa bisa, berpakaian tapi disebut telanjang. Nah… memang kalau masalah ini mengandung makna yang tidak dangkal. Dan kita harus merenunginya atau menanyakannya kepada orang bijak… (Guru bijak, kiyai yang bijak, atau orang tua yang bijak… kenapa harus bijak? sekarang banyak juga guru yang merusak anak didiknya, kiyai yang ngasih ceramah doang tapi ga ngasih contoh dan orang tua yang malah menjerumuskan anak-anaknya…. )
Dan menurut penerawangan dan hasil renungan saya… (saya masih belum bijak sih, tapi mudah-mudahan bisa belajar menjadi orang yang baik), makna dari Wanita yang berpakaian tapi telanjang adalah wanita yang tidak menutup aurat. Dalam islam sudah dijelaskan mengenai aurat bagi laki-laki atau wanita itu yang mana sajah… nah wanita yang dimaksudkan diatas adalah wanita yang berpakaian tetapi auratnya masih bisa dilihat atau dilirik oleh para lelaki (keong racun). Pakaian apa yang bisa dikatakan demikian (berpakaian tapi auratnya masih kelihatan) ? ya itu tadi, pakaian mini… ketat atau pakaian yang tipis sehingga tercipta lekuk lekuk tubuh mereka yang menggunakannya.
Yah… memang sangat disayangkan. Kota Bandung, wanitanya cantik-cantik . Itu adalah anugrah dari Allah SWT. Akan tetapi sebagian dari mereka telah mengobral murah anugrah dan kelebihan yang dimilikinya..
About Dede Mahmud
Bukan seorang blogger sejati. Hanya ingin menulis semua apa yang sedang dipikirkan, dan memikirkan apa yang sedang saya tulis sehingga bisa dibaca dan bermanfaat bagi sobat semua. Selalu terhubung dengan saya di : Google+ Support kontes seo terbaru 2012 : keretaminiku.com produsen kereta mini mainan indonesia





Komentar Sobat